Lirik Sinema - D’Masiv

Lirik Sinema - D’Masiv
Lirik Sinema – D’Masiv

Lirik D’Masiv – Sinema

Lirik “Sinema” dari D’Masiv ini diciptakan oleh Rian Ekky Pradipta, Nurul Damar Ramadhan, Fiersa Besari. Single ini didistribusikan oleh label Musica Studio.

Berikut cuplikan syair nyanyian / teks dari lagunya: “dunia sedang tidak baik baik saja dan ku dipaksa mengalah betapa ku ingin akhir yang bahagia seperti di layar kaca lalu kau datang dengan cara yang biasa biasa saja namun bagiku istimewa kisah kita tak seperti romansa di sinema tanpa drama tetapi penuh makna tak mengapa selama kita bersama kau film terindah kau seperti adegan“.

D’Masiv is an Indonesian musical group which based in Jakarta. It consists of six members: Rian Ekky Pradipta (vocals), Dwiki Aditya Marsall (guitar),Nurul Damar Ramadan (guitar), Rayyi Kurniawan Iskandar Dinata (bass), Wahyu Piadji (drums), and Vegry Harindah Husain (keyboardist). Single lainnya dari D’Masiv di antaranya Waktu Yang Menjawab, Bersama Kita Kuat, Kala Sang Surya Tenggelam, Tanpamu, dan Teman Makan Teman.

Lirik Lagu Sinema

dunia sedang tidak baik baik saja
dan ku dipaksa mengalah
betapa ku ingin akhir yang bahagia
seperti di layar kaca

lalu kau datang dengan cara
yang biasa biasa saja
namun bagiku istimewa

kisah kita tak seperti romansa di sinema
tanpa drama tetapi penuh makna
tak mengapa selama kita bersama
kau film terindah

kau seperti adegan yang terus berulang
dan ku harap takkan tamat
segala tentangmu terekam di pikiran
membuatku tetap waras

inginku tekan tombol untuk hentikan waktu sejenak
dan menikmati senyummu, senyummu

kisah kita tak seperti romansa di sinema
tanpa drama tetapi penuh makna
tak mengapa selama kita bersama
kau film terindah

kau film terindah
kau film terindah

kisah kita tak seperti romansa di sinema
tanpa drama tetapi penuh makna
tak mengapa selama kita bersama
kau film terindah

Dukung musisi favorit anda dengan membeli CD original atau mengunduh lagu mereka melalui situs resmi yang tersedia. Jaya terus dunia permusikan Indonesia. Terima Kasih.

Komentar